Sebuah Blog Mahasiswa Absurd

Udah, dibaca aja... pasti seru kok.

Rabu, 16 Juni 2010

Orang Yang Jatuh Cinta Secara Diam-diam

Tidak ada komentar
P.S :

Bukannya gue mau ikut-ikut Raditya Dika, tapi gue nulis postingan ini, caused it's happen to me..

* * *

Waahh.. akhirnya dapet kesempatan juga buat ngeblog setelah beberapa bulan nggak nge-blog.. kangeeeennn.. now, let's check it out..

* * *

Beberapa waktu yang lalu, gue baca novel barunya Raditya Dika yang judulnya "Marmut Merah Jambu" (itu buku emang sudah lama gue harapkan dari dulu) Di novel itu, ada chapter tentang "Orang Yang Jatuh Cinta Secara Diam-diam", ceritanya tentang seorang temennya Radith yang suka sama cewek sebelah, tapi nggak pernah berani bilang atau nunjukkin kalau dia suka sama tuh cewek. Kebetulan, Radith juga pernah ngalamin hal itu. Dan, ketika membaca chapter itu, gue ngerasa, "Lho.. kok sama, ya.." dan.. benarlah.. gue adalah golongan "Orang Yang Jatuh Cinta Secara Diam-diam"

* * *

Menurut Raditya Dika, Orang yang jatuh cinta secara diam-diam biasanya tahu hal-hal terdetail dari orang yang disukainya. Betul saja, gue contohnya.. gue tahu ulang tahunnya, gue tahu kapan dia balik dan berangkat, gue tahu siapa nama keluarganya, gue tahu apa yang biasa dia lakuin sepulang sekolah, gue tahu nomornya dia walaupun dia nggak pernah ngasih tahu ke gue, dan sebagainya yang nggak bisa gue sebutin satu persatu..

Dua. Orang yang Jatuh Cinta secara diam-diam secara tidak sadar di cap sebagai "Penguntit". Seperti temannya Raditya Dika yang ada di dalam novelnya. Dia selalu mencari info tentang cewek, entah melalui temannya atau siapapun asalkan dia berhasil mendapatkan info itu. Dia selalu menengok ke luar jendela untuk memperhatikan cewek yang di taksir, dan saat cewek itu menoleh, diapun membuang muka sejauh-jauhnya (ini yang terjadi sama gue). satu lagi hal yang penting, saat dia menelpon cewek yang dia taksir, dia tak berani mengucap sepatah katapun. Hanya mendengar cewek itu mengatakan "Hallowwhh..." dan.. seketika teleponnya langsung ditutup.

* * *

Dan.. satu kalimat Raditya Dika yang sangat menginspirasi dan membekas di gue (lebay : mode on)
"Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta secara diam-diam hanya bisa mendoakan. Mereka hanya bisa mendo'akan, setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh. Orang yang Jatuh Cinta secara diam-diam akhirnya menerima. Orang yang jatuh cinta secara diam-diam paham bahwa kenyataan kenyataan ternyata berbeda dengan yang diharapkan. dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan. Orang yang jatuh cinta secara diam-diam hanya bisa, seperti yang selalu lakukan, jatuh cinta sendirian. Bagai dua kapal yang tak pernah bertemu.."

Terima kasih buat Raditya Dika yang udah menulis ini di novelnya sehingga saya ter-influence, tak rugi saya membaca novel itu. dan, saya dapat simpulkan, kalau ternyata menjadi "Orang Yang Jatuh Cinta Secara Diam-diam" itu sangatlah tidak enak. Semoga ini menjadi pelajaran bagi saya, dan semoga anda tak terjerumus kedalam lubang yang sama seperti saya.. Jangan mengikuti jejak saya walaupun saya tahu anda nge-fans dengan saya (penulis benjol ditimpukin batu..) dan.. semoga cowok yang saya maksud di dalam blog ini (baca : Cowok malang yang saya suka) selalu bahagia.. amieenn.. maaf saya tidak mosting yang lucu-lucu.. karena lagi nggak mood buat nge-gokil karena postingan ini saya tulis sambil nangis bombay..


Wassalamm..

Minggu, 14 Maret 2010

Ampuuunn.. Gue emang nggak bakat untuk ceramah.

Tidak ada komentar
Hari Kamis kemaren.. nggak tau kenapa.. gue di daulat untuk menjadi penceramah Kultum di sekolah saat giliran kelas gue oleh guru gue.. Oh, what's the Hell going On!!
Sumpah.. seumur-umur,, gue belum pernah yang namanya ceramah di depan.. dan.. sepertinya.. gue nggak berbakat untuk melakukan itu.. bukannya kenapa-napa.. gue masih merasa ada kekurangan di dalam diri gue, dan gue nggak pantes untuk menceramahi orang lain.. diri gue aja masih belum bener.. sok-sokan mau nyeramahi orang lain..

Ini Semua karena ulah teman-teman disfungsional gue.. Edith, Shelly.. (sebenernya yang lain juga ikut.. tapi nggak serusuh mereka..)

*
Kamis itu lagi pelajaran IPA.. kita di Lab.. karena besok udah hari Jum'at dan saatnya kelas gue yang kebagian jatah mimpin pengajian, sang ketua kelas, Inkristo mengusulkan dan bilang sama wali kelas gue untuk segera membentuk susunan anggota untuk pengajian..
Tak tahu apa yang telah merasuki pikiran teman-teman gue saat itu.. saat wali kelas gue berkata..
"Siapa yang akan membawakan Kultum?"

Ramai-ramai mereka menjerit bahagia..

"Mirza Ajaaaa buuuuu..."

Oh, well... Shit happens.. gue yang sedang konsen ngerjain tugas fisika malah melongo.. tak berapa kemudian barulah gue nyadar..

"Apaaaaa??? Saya nggak mauuuu buuuuu...."

Akhirnya,, dengan segala bujuk rayuan oleh guru gue.. gue mau dan menerima dengan ikhas dan pasrah..

*

Hari Jum'at, Lapangan sekolah tercinta..

Huh.. nih dia.. asal kalian tahu, wahai pembaca.. detik-detik sebelum bel masuk berbunyi.. perut gue nggak bisa kompromi.. sumpah.. mules banget.. tapi, untuknya nggak nyampe keluar.. hehe..
Saat mulai.. gue grogi abis.. mana tampil duluan lagi.. yang kedua kalau nggak salah.. masalahnya adalah..

  • Gue belum apal dan menguasai seluruh isi materi ceramahnya..
  • Gue baru tulis itu ceramah kamis malem jam 22.00
  • dan.. emak gue semaleman ngajak gue ngobrol..
Gimana gue bisa ngapal dan nguasai semuanya dengan lancar??

Dan.. jadi-jadinya.. ceramah gue malahan kayak orang baca puisi.. bukannya ceramah.. caused.. gue bener-bener make teks.. and.. do u know?? kata teman teman disfungsional gue.. tampang gue waktu itu seperti orang kebelet boker.. oh, well.. bener-bener sial.. Malu gue....

Senin, 08 Maret 2010

Mohon Doanya dari kalian semua

Tidak ada komentar
Nggak tahu,.. apakah gue musti bersyukur apa nggak.. caused.. kemarin gue terpilih menjadi salah satu calon dari 11 calon siswa teladan di sekolah gue.. emang sih.. lumayan bangga.. tapi.. itu membuat gue menjadi amat sangat heran.. (sumpah.. ini serius)

Satu.. Gue bukanlah seorang yang baik.. I mean.. bukannya gue itu adalah seorang perampok atau penjahat.. bukan itu.. maksud gue.. gue nggak selalu mentaati peraturan sekolah.. (Jujur loh..).. banyak hal yang membuat gue ngerasa gue bukanlah orang yang pantas untuk mendapat gelar itu..

  • Gue sering nggak make belt (alaaaahh... biasanya ngomongnya ban pinggang..
  • Gue sering membawa Novel, padahal di sekolah gue dilarang.. (apalagi novelnya Raditya Dika.. Best banget tuh..)
  • Gue sering gegilaan di angkot sampe abang angkotnya puyeng..
  • Gue sering teriak teriak dan nyanyi-nyanyi nggak jelas di rumah nyampe kuping adek ama keluarga gue berdarah.. (yang ini bohongan)
  • dsb yang nggak berguna dari hidup gue..
Sepertinya di dalam postingan blog ini gue merasa kalo gue itu merendahkan diri gue sendiri.. tapi.. mau gimana lagi, yaa... gue emang begini adanya.. malu-maluin.. tapi emang nggak punya malu..

Gue bener-bener heran.. apa yang mau diteladani oleh anak-anak kelas 7 dan sesama rakyat kelas 8 dari gue.. masa anda-anda semua mau meneladani seorang murid bodong bin aneh yang tolol dan gila seperti saya..

Hmm.. tapi jujur.. gue juga pengen sih,, jadi siswa teladan.. pengen bikin Orang Tua bangga.. karena selama ini gue cuma bisa nyusahin mereka dengan tingkah2 absurd gue.. pengen bikin temen-temen seperjuangan gue bangga punya temen yang hebat seperti gue.. pokoknya.. gue pengen ngebanggain orang-orang terdekat dan orang-orang yang gue sayangi.. tapi,, apakah mungkin itu terjadi??

Makanya.. gue mohon sama kalian semua.. siapapun yang baca postingan gue yang ini..

"Plisss... Do'ain gue biar jadi siswa teladan.. minimal nyampe sesi terakhir test-nya, deh.."

Gue yakin.. do'a kalian semua akan manjur.. karena itulah gue mohon do'a dari kalian semua..


NB :
  • Untuk yang telah mendo'akan gue.. terima kasih sebanyak-banyaknya.. ketulusan kalian takkan saya lupakan..
  • Untuk yang tidak mendoakan.. semoga mereka mendapat balasan yang setimpal.. Lho?? nggak... bohong.. yang nggak do'ain nggak apa-apa.. semoga kalian mendapatkan yang lebih baik daripada apa yang saya dapatkan.. (baik nggak sih, gue??)